Jan28

Informasi kuantum dan komputasi kuantum

Komputasi pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai pengolahan sistematis dari simbol tertentu (input) menjadi simbol lainnnya (output). “Simbol” di sini adalah obyek fisis, dan komputasi adalah proses fisis yang dilakukan oleh piranti fisis yang disebut komputer. Jika kita menginterpretasikan setiap keadaan fisis sebagai sebuah simbol, maka pada dasarnya setiap proses fisis dapat dianggap sebagai proses komputasi. Jelaslah bahwa “informasi bersifat fisis” dan karenanya teori komputasi harus mengacu pada hukum dasar fisika.

Teori informasi klasik sebagaimana dirumuskan oleh Turing, Church, Post, Neumann, dan Godel, yang direalisasikan dalam bentuk komputer digital sekarang ini, awalnya adalah teori matematika abstrak yang sama sekali tidak mengacu pada hukum fisika. Dan gagasan klasik ini tentulah membutuhkan tinjauan ulang dalam sudut pandang hukum fisika, khususnya dalam sudut pandang teori kuantum. Misalnya, dalam fenomena kuantum terdapat proses acak murni, misalnya peluruhan radioaktif, yang tidak terdapat dalam fisika klasik. Selanjutnya, dalam fisika klasik terdapat pasangan besaran yang tidak dapat secara bersamaan memiliki nilai pasti (prinsip ketidakpastian), misalnya jika A dan B adalah pasangan besaran yang memenuhi prinsip ketidakpastian, maka pengukuran A akan mempengaruhi hasil dari pengukuran B. Tindakan memperoleh informasi dari sebuah sistem akan mengganggu keadaan sistem tersebut. Juga keadaan kuantum memenuhi prinsisp superposisi, yaitu bahwa jika sebuah sistem bisa berada dalam keadaan |a> atau |b>, maka sistem itu juga bisa berada dalam kombinasi keduanya.
Proses ketidakpastian berkaitan dengan keacakan kuantum : karena hasil pengukuran memiliki elemen acak, maka kita tidak dapat menentukan keadaan awal suatu sistem berdasarkan hasil pengukuran. Kenyataan bahwa proses pengukuran akan mengganggu sistem juga berkaitan dengan kenyataan bahwa keadaan kuantum tidak dapat disalin (no-cloning theorem). Seandainya kita dapat menyalin sebuah keadaan kuantum, maka kita dapat mengukur keadaan salinan tanpa mengganggu keadaan asli, sehingga akan melanggar prinsip ketidakpastian. Hal seperti ini tidak terdapat dalam fisika klasik. Selain prinsip ketidakpastian, teori informasi kuantum juga berbeda dengan teori informasi klasik dalam hal bahwa informasi kuantum dapat dikodekan dalam keterikatan nonlokal (nonlocal quantum entanglement) antara bagian berbeda dari sebuah sistem fisis, suatu fenomena yang tidak terdapat dalam fisika klasik.

Tentunya muncul pertanyaan, apakah komputer kuantum, seandainya mengkin dibangun, memiliki kemampuan komputasi melebihi komputer klasik. Ada berbagai hal di mana teori informasi dan komputasi kuantum dapat dimanfaatkan untuk melakukan proses yang jauh mengungguli proses klasik. Di antaranya adalah : transmisi informasi klasik secara aman yaitu tidak dapat disadap (kriptografi kuantum), transmisi informasi kuantum dengan memanfaatkan keterikatan kuantum (teleportasi kuantum), dan algoritma kuantum yang jauh lebih efisien seperti algoritma faktorisasi Shor dan algoritma pencarian Grover.

Tentunya keadaan kuantum sangat rentan terhadap interaksi dengan lingkungan, karenanya kemungkinan bahwa kita bisa melakukan koreksi-kesalahan (error-correcting) dalam pengolahan informasi kuantum merupakan suatu hal yang sangat penting dalam teori informasi kuantum.

Teknologi yang ada sekarang belum memungkinkan untuk membangun sebuah komputer kuantum universal yang cukup besar. Namun berbagai proposal telah dicoba untuk menguji proses informasi dan komputasi kuantum dengan jumlah qubit (quantum-bit) yang lebih kecil.


5 Responses to “Informasi kuantum dan komputasi kuantum”

You can leave a response, or trackback from your own site.

  1. Get a Gravatar!

    Roby

    Said this on January 31st, 2007 at 2:57pm:

    vid - emang update terbaru teknologi (bukan sains) komputasi kuantum ini gimana?
    apa prestasi terakhirnya?

  2. Get a Gravatar!

    Iman SaiAw

    Said this on February 2nd, 2008 at 2:46am:

    saya mo ususl buat adminnya, agar dibuat sebuah media untuk bisa dilakukan diskusi mengenai topik yang diangkat. saya kira , sebagai orang fisika, saya akan sangat setuju apabila terbentuk media seperti ini.
    terima kasih.

  3. Get a Gravatar!

    apri

    Said this on March 25th, 2008 at 2:52pm:

    alo insan fisika,
    kenalin saya juga kebetulan kuliah di fisika fmipa unri.

    saya baru bikin blog nih tentang fisika.
    karena kita dijalur yang sama tolong
    diajari yah

    thanks

  4. Get a Gravatar!

    ForumSains

    Said this on May 21st, 2008 at 2:48pm:

    @Iman SaiAw

    Maaf, baru sempet cek blog ini. Justru blog ini yang sudah lama tidak diupdate lagi. Buat diskusinya bisa lihat forumnya di http://www.forumsains.com, untuk fisika silahkan buka http://www.forumsains.com/index.php/board,5.0.html. Terima kasih usulnya.

  5. Get a Gravatar!

    vandha

    Said this on June 9th, 2008 at 8:06am:

    Memang asyik membaca perkembangan sains dan tekno di dunia,
    sayangnya…….

    Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri
    Bagaimana memajukan Fisika di Indonesia dan Terapannya???

    www.vandha.wordpress.com


Leave a Reply

Recent Posts

Popular Categories

Biology Physics

About

Selamat datang di forum sains blog. Kami mengharapkan blog ini berguna baik untuk profesional maupun awam, sebagai sarana berkomunikasi dan berbagi mengenai berbagai hal, baik sains, teknologi, maupun pengetahuan lain yang berguna bagi kemanusiaan.

Kami berpendapat bahwa popularitas dan kekuasaan tidaklah harus diikuti secara a priori. Kita tidak bisa begitu saja mengabaikan atau menyalahkan suatu pendapat atau pemikiran hanya karena pendapat itu bukanlah pendapat yang populer atau bukan pendapat yang diakui oleh kebanyakan profesional. Oleh karena itulah janganlah seseorang atau sekelompok tertentu langsung begitu saja menyalahkan atau bahkan menghina pihak lain yang berbeda pendapat. Kami mengharapkan keragaman pemikiran dan perbedaan pendapat bisa membuat pengetahuan kita jadi lebih subur, karena kami berpendapat bahwa tidak seorang pun berhak mengklaim kebenaran, namun dengan kerendahan hati dan kemauan untuk bekerja sama, semoga kita semua bisa menemukan jalan yang lebih baik.

Hormat kami,

Forum Sains